PROPERTY SEARCH










> New Listing
> All Listing
Newsletter
   
  Our privacy policy
Video Highlights
Total Visitor : 380629

Investasi Properti di Bali Sangat Menjanjikan

Rabu, 28/03/2012 - 08:17

JAKARTA, (PRLM).- Investasi properti di Bali hingga saat ini dinilai masih menjanjikan. Oleh karena itu, minat masyarakat untuk menanamkan investasinya diperkirakan akan terus meningkat.

"Inilah saat yang tepat bagi masyarakat untuk berinvestasi pada properti," kata Tony Eddy selaku Project Marketing Consultant, Condotel Mercure Bali Legian, dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (28/3). Condotel Mercure Bali Legian merupakan kondominium hotel yang dibangun oleh PT Budi Mulia Prima Realty (Brasali Group) selaku pengembang dan Mercure (Accor Group) selaku operator hotel.

Menurut Tony, kawasan Legian merupakan lokasi emas dalam arti daerah wisata yang sangat berkembang. Berbagai fasilitas wisata seperti hotel, restoran, toko-toko belanja, spa, dan pendukung pariwisata yang lain banyak sekali terdapat di Legian. "Dengan lokasi yang sangat strategis tersebut, maka tingkat hunian Mercure Bali Legian diprediksi akan sangat tinggi. Ini kesempatan langka dalam berinvestasi di bidang properti," katanya.

Selain itu, lanjut Tony, Mercure Bali Legian adalah condotel Mercure pertama dan satu-satunya yang dijual secara ritel seperti ini, karena pihak operator hotel (Accor) sangat selektif sekali dalam memilih mitra kerja mereka dalam penjualan proyek condotel.

Sampai saat ini, pihak Accor di Bali hanya menangani dua proyek condotel saja, yaitu Mercure Bali Legian condotel, dan Novotel Nusa Dua Bali yang telah dipasarkan dan terjual habis di tahun 2005. Kedua proyek condotel tersebut dipasarkan oleh tim dari Tony Eddy & Associates (TEA).

Dengan status kepemilikan HGB 50 tahun, harga Condotel Mercure Bali Legian dijual dengan sistem Sales and Lease Back Guarantee dengan garansi hasil sewa 24% untuk masa 3 tahun pertama. Garansi sewa ini langsung diberikan kepada masing-masing pemilik condotel sekaligus 3 tahun dimuka, sehingga pembeli menjadi lebih ringan dalam membayar cicilan unit mereka. Disamping itu para pembeli juga dapat menikmati tinggal di Hotel Mercure Bali Legian hingga 21 hari dalam setahun.

Menurut Tony, setelah selesai masa garansi tiga tahun pertama, diproyeksikan hasil sewa dari Mercure Bali akan mencapai di atas 10% per tahunnya, dan masih akan naik di tahun-tahun selanjutnya seiring laju inflasi dan pengaruh permintaan pasar condotel Bali. "Hunian ini ditujukan bukan hanya untuk dipakai tetapi juga sangat menjanjikan bagi mereka yang ingin berinvestasi properti di pulau Bali," tuturnya.

Investasi pada condotel yang dioperasikan oleh hotel operator yang baik memang telah terbukti memberikan hasil yang menggiurkan, misalnya condotel Novotel Nusa Dua Bali, sejak dijual tahun 2005 hingga saat ini telah naik harganya dari 1.200 dolar AS/m2 ke sekitar 3.000 dolar/m2 saat ini. Artinya, harga unit condotel tersebut sudah naik 250% dalam 6 tahun, belum lagi ditambah hasil sewa unit minimum sebesar 8% dari harga unit, yang dibagikan setiap tahunnya.

Lebih lanjut, kata Tony, Inti dari keberhasilan sebuah proyek yang dijual sebelum terbangun atau secara off the plan adalah pada penyusunan strategi pemasaran dan penjualan yang jitu sejak awal konsep pengembangan proyek tersebut.

"Karena properti juga adalah produk investasi, maka dibutuhkan pendekatan investasi dan pembiayaan yang tepat agar produk yang dijual dapat diterima oleh para pembeli atau investornya. Pengembang juga harus bisa memprediksi kapan para pembeli unit condotel itu akan balik modal (break even), jadi bukan sekedar jual dan tinggalkan proyeknya setelah hand over," katanya.

Disebutkan, reputasi developer, track record dari manajemen hotel, konsep pengembangan,dan lokasi proyek adalah faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam pembelian sebuah condotel. (A-78/A-147)***

sumber